Pages

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 23 November 2012

KIMIA INTI

KIMIA INTI
A. Struktur Inti
Inti atom tersusun dari proton dan neutron. Suatu inti dengan jumlah nucleon (proton + neutron) tertentu disebut nuklida. Suatu nuklida dilambangkan sebagai berikut.
X = lambing atom
A = nomor massa = jumlah proton + neutron
Z = nomor atom = jumlah proton
Bila ditinjau dari nomor massa, nomor atom, dan jumlah neutronnya, nuklida dapat dikelompokan sebagai berikut.
  1. Isotop
Isotop adalah nuklida-nuklida dengan nomor atom (Z) sama tetapi nomor massa (A) berbeda.
Contoh :  dengan
  1. Isobar
Isobar adalah nuklida-nuklida dengan nomor massa (A) sama tetapi nomor atom (Z) berbeda.
Contoh :   dengan
  1. Isoton
Isoton adalah nuklida-nuklida dengan jumlah neutron (A-Z) sama.
Contoh :  dengan
B. Unsur Radioaktif
Unsur atau zat radioaktif adalah unsur atau zat yang mempunyai inti tidak stabil, sehingga dapat menjadi inti atom yang lain.
Tokoh-tokoh penemu zat radioaktif :
W. C. Rontgen                       :  Penemu sinar X ( sinar Rontgen )
H. Bacuerel                :  Penemu Uranium
P. Curie dan M. Curie :  Penemu Polonium dan Radium
1. Sinar-sinar Radioaktif
Radiasi yang dipancarkan oleh zat raioaktif adalah partikel alfa, beta dan gamma yang kemudian disebut sinar alfa, beta, gamma.
2. Partikel Dasar
Nama
Lambang
Muatan
Massa
Alfa
α = He
+ 2
4
Beta
β = e
- 1
0
Gamma
γ
0
0
Netron
n
0
1
Sinar X
X
0
0
Positron
β = e
+1
0
Proton
p = H
+ 1
1
Detron
p = H
+ 1
2
Triton
p = H
+ 1
3
B. Pita kestabilan
Yang dimaksud dengan pita kestabilan adalah tempat dimana isotop-isotop stabil berada.
  1. 1. Pemancaran sinar Beta
Peristiwa ini terjadi jika isotop yang berada diatas pita kestabilan (nilai  > dari isotop stabilnya) ingin menycapai kestabilan.
Contoh : F→  Ne + e
Harga  :  >
  1. 2. Pemancaran Positron
Peristiwa ini terjadi jika isotop yang berada dibawah pita kestabilan (nilai  < dari isotop stabilnya) ingin menycapai kestabilan.
Contoh : F→  O + e
  1. 3. Pemancaran Sinar Alfa
Peristiwa ini terjadi jika isotop yang berada disembarang pita kestabilan ingin mencapai kestabilan terjadi umumnya pada inti-inti yang mempunyai nomor atom diatas 83.
Contoh : Rn→  Po + He
C. Waktu Paruh
Waktu paruh ( t ) adalah waktu yang diperlukan oleh suatu zat radioaktif agar massanya/ kereaktifannya berkurang setangahnya (50%). Karena laju reaksi peluruhan adalah reaksi orde pertama, maka massa/ kereaktifan suatu zat radioaktif pada saat tertentu dapat dicari dengan menggunakan persamaan berikut.
Nt = N0
Nt = massa/ keaktifan yang tersisa                    t  = waktu peluruhan
N0 = massa/ keaktifan mula-mula                       t1/2 = waktu paruh
D. Reaksi Inti
Pada suatu reaksi inti selalu berlaku :
  1. Jumlah nomor massa pereaksi = jumlah nomor massa hasil reaksi.
  2. Jumlah nomor atom pereaksi = jumlah nomor atom hasil reaksi.
Jenis-jenis Reaksi Inti
  1. 1. Reaksi Peluruhan
Reaksi Peluruhan berjalan dengan spontan dan exoergik (melepas energi). Pada reaksi peluruhan terjadi perubahan inti tidak stabil menjadi inti stabil.
Contoh : Ra→  Rn + α
  1. 2. Reaksi Transmutasi Inti
Pada reaksi transmutasi inti, suatu inti menyerap suatu partikel dan berubah menjadi inti lain dengan memancarkan suatu radiasi.
Contoh : N + α →  O + p atau dapat ditulis N(α,p) O
  1. 3. Reaksi Penghasil Energi
    1. a. Reaksi Fisi
Reaksi fisi adalah reaksi pembelahan inti, dimana suatu nuklida berat ditembak oleh suatu partikel dan belah menjadi dua nuklida awal.
Contoh : U + n →  Kr + Ba + 3n
Energi yang dihasilkan dari dari reaksi fusi 1 gram uranium setara dengan energi dari reksi pembakaran 3 ton batubara.
b. Reaksi Fusi
Reaksi fusi adalah reaksi penggabungan inti, dimana dua atau lebih nuklida ringan bergabung membentuk nuklida yang lebih berat.
Contoh : H + H + 2 n → He
Pada matahari terjadi perubahan 637 juta ton hidrogen menjadi 633 juta ton helium setiap detiknya. Empat juta ton massa yang hilang diubah menjadi energi (E = m) yang dipancarkan segenap penjuru tata surya.
C. Penggunaan Radioisotop
1. Radioisotop sebagai Perunut (Scanner)
a. Bidang Kedokteran
1. I-131 untuk diagnosa kelenjar tiroid/ gondok.
2. Tc-99 digunakan dalam berbagai runutan (scanner) diantaranya otak,
hati, sel darah, dll.
3. Tl-201 untuk mendeteksi kerusakan jantung.
4.            Xe-133 untuk mendeteksi penyakit paru-paru.
5. P-32 untuk mendeteksi penyakit mata.,tumor dan hati.
6. Sr-85 untuk mendeteksi penyakit pada tulang.
7. Se-75 untuk mendeteksi penyakit pangkreas.
8. Na-24 untuk mendeteksi ada tidaknya penyumbatan (gangguan)
pembuluh darah.
b. Bidang Sains
1. I-131 untuk mempelajari kesetimbangan dinamis pada reaksi kimia.
2. O-18 untuk mempelajri reaksi esterifikasi.
3. C-14 untuk mempelajari mekanisme reaksi fotosintesis.
c. Bidang Hidrologi
1. Na-24 untuk mempelajari kecepatan aliran sungai.
2. Radioisotop Na-24 dalam bentuk karbonat untuk menyelidiki kebocoran
pipa air bawah tanah.
2. Radioisotop sebagai Sumber Radiasi
a. Bidang Kedokteran
1. Co-60 adalah suatu sumber radiasi gamma untuk terapi tumor dan
kangker.
2. P-32 digunakan untuk penyembuhan penyakit leukemia.
3. Co-60 dan Cs-137 digunakan untuk sterilisasi.
b. Bidang Pertanian
Radiasi yang dihasilkan dapat digunakan untuk pemberantasan hama
dan pemulihan tanaman.
c. Bidang Industri
1. Radiasi gamma yang dihasilkan dapat digunakan untuk memeriksa cacat
pada logam.
2. Radiasi gamma dapat juga digunakan untuk pengawetan kayu, barang-
barang seni, dll.

Jumat, 16 November 2012

KISI-KISI UJIAN NASIONAL KIMIA SMA/MA 2011/2012

.

  KIMIA SMA/MA (PROGRAM IPA)


NO
KOMPETENSI
INDIKATOR
1.
Mendeskripsikan struktur atom, sistim
periodik unsur dan ikatan kimia untuk menentukan struktur molekul, sifat- sifat unsur dan senyawa.
Menganalisis notasi unsur dan kaitannya dengan
struktur atom, konfigurasi elektron, jenis ikatan kimia, rumus molekul, bentuk molekul dan sifat senyawa yang dapat dihasilkannya, serta letak unsur dalam tabel periodik.
Menganalisis jenis ikatan kimia atau gaya antar molekul dan sifat-sifatnya.
2.
Menerapkan hukum-hukum dasar
kimia untuk memecahkan masalah dalam perhitungan kimia.
Menyelesaikan perhitungan kimia yang berkaitan
dengan hukum dasar kimia.
Menganalisis persamaan reaksi kimia anorganik dan
organik sederhana.
3.
Mendeskripsikan sifat-sifat larutan,
metode pengukuran dan terapannya.
Mendeskripsikan daya hantar listrik.
Mendeskripsikan konsep pH larutan.
Mendeskripsikan titrasi asam basa.
Menganalisis sifat larutan penyangga.
Mendeskripsikan hidrolisis garam dan Ksp.
Mendeskripsikan sifat-sifat koligatif larutan.
Mendeskripsikan sistem dan sifat koloid serta
penerapannya.
4.
Mendeskripsikan senyawa organik,
gugus fungsi dan reaksinya, benzena, dan turunannya, dan makromolekul.
Mendeskripsikan senyawa karbon termasuk
identifikasi, reaksi  dan kegunaannya.
Mendeskripsikan benzena dan turunannya serta
kegunaannya.
Mendeskripsikan makromolekul termasuk
identifikasi dan kegunaannya.
5.
Mendeskripsikan perubahan energi,
cara pengukuran dan penerapannya.
Menyimpulkan peristiwa eksoterm/endoterm pada
termokimia.
Menentukan kalor reaksi.
6.
Mendeskripsikan kinetika reaksi,
kesetimbangan kimia, dan faktor- faktor yang mempengaruhinya, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan industri.
Menentukan laju reaksi.
Mendeskripsikan faktor-faktor yang dapat
memengaruhi kinetika reaksi dan kesetimbangan kimia.
Menentukan Kc/Kp.
7.
Mendeskripsikan reaksi oksidasi-
reduksi dan elektrokimia serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Mendeskripsikan reaksi reduksi-oksidasi.
Mendeskripsikan diagram sel.
Mengaplikasikan hukum faraday.
Mendeskripsikan fenomena korosi.
8.
Mendeskripsikan unsur-unsur penting,
terdapatnya di alam, pembuatan dan kegunaannya.
Mendeskripsikan unsur-unsur penting yang ada di
alam termasuk unsur radioaktif.
Mendeskripsikan cara memperoleh unsur dan kegunaannya.